Langsung ke konten utama

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

 Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Pengertian Masyarakat

Pengertian Masyarakat ini merupakan suatu kelompok manusia yang hidup dengan secara bersama-sama di dalam suatu wilayah serta kemudian membentuk sebuah sistem, baik itu semi terbuka atau juga semi tertutup, yang mana interaksi yang terjadi di dalamnya ialah antara individu-individu yang terdapat di kelompok tersebut. dan secara etimologis kata dari “masyarakat” ini berasal dari bahasa Arab, yaiut “musyarak” yang memiliki arti hubungan atau interaksi. Sehingga kemudian definisi masyarakat tersebut ialah suatu kelompok manusia yang hidup dengan secara bersama-sama di suatu daerah atau tempat serta juga saling berinteraksi di dalam komunitas yang teratur.

Syarat - syarat Menjadi Masyarakat

1. Manusia yang Hidup Bersama

Manusia sebagai makhluk sosial itu pasti tidak dapat untuk hidup sendiri, Kesendirian yang dialami orang itu kemudian akan mendorong seseorang untuk bergaul serta berinteraksi. Interaksi yang terbentuk itu setidaknya terdiri dari dua orang yang hidup secara bersama, baik itu bersosialisasi, menjalin hubungan atau juga mempertahankan hubungan sosial yang lain.

2. Melakukan Sosialisasi

Persyaratan kelompok sosial ini ialah bahwa masyarakat itu harus dapat atau bisa mengajar generasi berikutnya. Ini merupakan sebuah bagian penting dari memperkenalkan serta mewariskan warisan ras serta juga keturunan kepada anggota baru di dalam kehidupan kalangan masyarakat.

3. Menciptakan Komunikasi dan Perturan

Sistem hubungan manusia ini dengan segala macam cara berpikir tidak bisa dipisahkan dari konflik sosial yang menjadi salah satu bagian penting dari kehidupan manusia. Untuk kemudian mengamankan komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, maka kemudian muncul banyak peraturan yang didasarkan oleh kesepakatan secara bersama, yangmana di dalam sebuah komunikasi serta perturan tersebut merupakan bagian dari persyaratan komunitas terhadap prosedur tersebut.

4. Bergaul dalam Waktu Cukup Lama

Syarat selanjutnya bagi masyarakat ialah bergaul dengan seseorang dilingkungan sosial, bukan hanya untuk sekali seumur hidup. Syarat utama ini menunjukan bahwa anggota masyarakat tersebut harus masuk ke dalam hubungan sosial terhadap periode waktu tersebut.

5. Menyadari Integrasi Sosial

Kondisi selanjutnya bagi masyarakat ialah adanya tingkat kesadaran yang memperhitungkan bahwa pentingnya hidup bersama (integrasi). Kehidupan yang kemudian menjadi keharusan mutlak bagi tiap-tiap individu yang menjadi anggota komunitas tertentu, disebabkan karna semua komunitas berada di dalam area spesifik yang menghasilkan integrasi sosial.

Pengertian Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. 

Tipe – Tipe Masyarakat

1. Masyarakat Terbuka

Dalam menerima perubahan, pada masyarakat terbuka dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Masyarakat yang Menerima Perubahan dengan seleksi

Dalam tipe masyarakat yang demikian, perubahan yang ada disikapi dengan sikap selektif. Artinya perubahan yang membawa dampak positif bagi nilai-nilai di masyarakat tersebut akan diterima dengan tangan terbuka, sebaliknya perubahan yang dapat menimbulkan rusaknya norma-norma sosial yang telah ada ditolak keberadaannya. Masyarakat seperti ini tergolong masyarakat modern

  • Masyarakat yang Menerima Perubahan Tanpa Seleksi

Semua unsur-unsur yang masuk dalam suatu masyarakat dianggap baik dan lebih maju, sehingga perlu diikuti, terutama unsur-unsur budaya dari dunia barat. Hal ini karena perkembagan ilmu dan teknologi mereka demikian maju dan cepat perkembangannya. Keadaan ini membuat sebagian masyarakat lupa bahwa tidak semua yang datang dari barat merupakan hal-hal yang modern. Proses menerima semua unsur-unsur barat tanpa seleksi disebut WESTERNISASI  Semua yang datang dari barat tidak dapat digolongkan modern. Pergaulan bebas, seks bebas, merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai dengan nilai dan norma bangsa Indonesia. Modern tidak sama denga westernisasi. Hal ini berarti tidak semua yang datang dari Barat itu modern.

2. Masyarakat Tertutup

       Masyarakat tertutup sulit menerima perubahan. Mereka bersifat bahwa perubahan akan menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Mereka menutup diri akan perubahan, adakalanya mereka menerima perubahan namun sifatnya terbatas bahkan ada yang tak mau menerimanya sama sekali. Mereka tak mau bergaul dengan masyarakat luar.

Ciri Ciri Masyarakat Perkotaan

Ciri dari masyarakat perkotaan, yaitu:

1. Memiliki hubungan sosial yang memiliki sifat patembayan atau gesselschaft.

2. Mempunyai sinergi keruangan.

3. Kekuatan dari keagamaan yang tidak terlalu kuat.

4. Sifat individualisme.

5. Pemikiran lebih rasional.

6. Gaya hidup lebih mewah.

7. Memiliki pendidikan yang relatif tinggi.

8. Tidak memiliki ikatan yang baik dengan kebudayaan dan adat istiadat.

9. Gaya hidup lebih modern.

10. Terpengaruh dari budaya asing.

Perbedaan antara kota dan desa

Terdepat beberapa ciri-ciri yang bisa digunakan agar dapat mengetahui dan bisa membedakan antara kota dan desa. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Kota mempunyai jumlah penduduk yang lebih banyak atau lebih padat dibandingkan desa

2. Lingkungan kehidupan di pedesaan sangat berbeda dibandingkan diperkotaan. Llingkungan pedesaan lebih terasa menyatu dengan alam, tidak tercemar polusi, udaranya sangat bersih, sinar matahari yang cukup dan lain-lain.

3. Lingkungan kehidupan perkotaan yang rata-rata dilapisi beton serta aspal, gedung-gedung yang menjulang sangat tinggi serta pemukimaan penduduk yang padat.

4. kegiatan yang utama bagi penduduk pedesaan ialah di bagian sector ekonomi primer merupakan bidang agraris (bidang pertanian)

5. Gaya kehidupan sosial pedesaan bisa dibilang masih satu jenis atau disebut homogin.

6. Gaya kehidupan sosial perkotaan bisa di  katakan sangat beraneka ragam atau biasa di sebut heterogin kerena di perkotaan banyak bertemunya berbagai daerah, suku bangsa ,kelompok, agama, budaya serta masing-masing diantaranya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda.

7. Sistem pelapisan kehidupan sosial di perkotaan sangat kompleks di bandingkan di pedesaan.

8. Kemampuan bergerak atau mobilitas sosial di perkotaan sangat besar dibandingkan dengan perdesaan

9. Apabila terjadi pertentangan selalu di usahakan mencapai kerukunan karena prinsip inilah yang mempengaruhui hubungan kehidupan sosial di kalangan masyarakat pedesaan.

10. Kuantitas angkatan kerja di pedesaan yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap jauh lebih.

Hubungan Kota Dan Desa

hubungan antar kota dan desa tak terkecuali hubungan antar masyarakat nya adalah suatu kepentingan primer atau saling membutuhkan. Kenapa bisa disebut begitu? Sebab Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Masyarakat kota bergantung pada masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhannya akan bahan - bahan pangan seperti beras, sayur- mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga pekerja kasar bagi jenis - jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan untuk bekerja di kota. Mereka ini biasanya adalah pekerja - pekerja musiman. Pada saat musim tanam, mereka sibuk bekerja di sawah dan selagi menunggu masa panen, mereka mencari pekerjaan lain untuk mencari tambahan penghasilan.

Sebaliknya, masyarakat kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan juga oleh masyarakat yang berada di desa seperti pakaian, alat elektronik, obat-obatan, dan lain sebagainya. Di kota juga tersedia tenaga kerja yang siap melayani dalam bidang jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa, misalnya saja tenaga - tenaga di bidang medis atau kesehatan, permesinan, elektronika dan alat transportasi. Serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat.

Aspek Positif dan Negatif Masyarakat Perkotaan
Berikut aspek positif dari perkotaan:
a)      Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
b)      Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
c)      Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
d)     Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
e)      Tersedia lapangan kerja.
f)       Perkotaan juga devisa buat negara.

Aspek negatif dari perkotaan:
a)      Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan penduduk.
b)      Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang desar yg diterima bekerja.
c)      Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
d)     Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari pekerjaan.
Unsur Lingkungan Perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
a) Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.
b)   Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
c)      Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
d)   Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
e)      Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.

fungsi kota secara eksternal antara lain:

1. Pusat interaksi dan wadah kegiatan sosial budaya bagi penduduk lebih luas,
2. Pusat dan wadah legiatan ekonomi ekspor sehingga mempengaruhi manajemen transaksi industri antara lain produksi barang, produksi jasa, koleksi dan distribusi untuk wilayah luas.
3. Sebagai simpul komunikasi yang lebih lengkap dan cepat dengan jangkauan yang lebih wilayah luas
4. Sebagai satuan fisik infrastruktural terkait dengan jaringan wilayah luas.
5. Pusat politik dan administrasi pemerintahan untuk kepentingan tingkat wilayah lebih atas.

Masyarakat Pedesaan

Masyarakat Pedesaan ialah Masyarakat yang pada umum nya masih memegang nilai-nilai cultural kebudayaan dan juga adat-adat yang leluhur mereka ajarkan . Masyarakat pedesaan ini akan masih sulit berkembang seba tertutupnya oleh apa yang leluhur mereka ajarkan , sehingga susah  untuk dapat menerima hal baru. tetapi secara tata krama sangat kental sekali yang namanya gotongroyong ataupun bahumembahu .

Ciri Ciri Masyarakat Desa
  1. Proses sosialnya berjalan lambat
  2. Sifat gotong royong masih kuat
  3. Tingkat pendidikannya relatif rendah
  4. Golongan orang-orang tua kampung umumnya memegang peranan penting
  5. Masyarakanya masih memegang norma-nomra agama secara kuat
  6. Warga masyarakatnya memiliki hubungan kekerabatan erat karena berasal dari satu keturunan
  7. Corak kehidupannya bersifat paguyuban
  8. Struktur ekonominya agraris
  9. Cara bertaninya sebagian besar masih tradisional

Ciri Ciri Masyarakat Pedesaan
  1. Kehidupan masyarakat pedesaan masih memegang tinggi nilai keluhuran keagamaan dan juga kebudayaan
  2. Warga pedesaan sering sekali bergotong-royong ketimbang dengan individualisme
  3. Masyarakat pedesaan masih berkutat dengan hal-hal yang lama dan juga cenderung susah untuk dapat menerima hal baru
  4. Fasilitas-fasilitas masih jarang terdapat di pedesaan
  5. Akses pedesaan yang terpencil susah untuk ditempuh
  6. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  7. Mempunyai sifat kekeluargaan yang erat
  8. berbicara apa adanya
  9. Tertutup dalam hal keuangan
  10. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  11. Menghargai orang lain
  12. Demokratis dan juga religius
Macam-macam Pekerjaan Gotong-Royong
Ada beberapa pekerjaan gotong- royonh yaitu :
  1. kerja bakti dalam memberdohkan lingkungan pedesaan
  2. gotong-royong memperbaiki jembatan atau jalan raya
  3. gotong royong dalam membuat rumah
  4. gotong royong apabila tetangga ada yang hajjatan.
  5. Gotong royong dalam kerja bakti membersihkan lingkungan
  6. Bekerja sama menjaga keamanan dan kerukunan tempat tinggal
  7. Bergotong royong dalam menyelesaikan masalah (muayawarah)
  8. Bekerja sama membersihkan parit
Hakikat Dan Sifat Masyarakat Pedesaan

Seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber bahwa masyarakat In¬donesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir.

Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.

Gejala Masyarakat Pedesaan

  • Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.

Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.

  • Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.

  • Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.

Sistem Budaya Petani di Indonesia

a) Para petani di Indonesia di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.

b) Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya.

c) Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan, meraka kurang mampu untuk itu.Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau, mengenang kekayaan masa lampau (menanti datangnya kembali sang ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka)

d) Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. Mereka cukup saja dengan menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.

e) Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.

Unsur-Unsur Desa
Unsur daerah atau wilayah terdiri dari lokasi atau letak, batas – batas wilayah, jenis tanah, keadaan lahan, luas, juga pola pemanfaatnya.
Unsur penduduk meliputi tingkat kelahiran, jumlah, tingkat kematian, kepadatan, pertumbuhan penduduk, persebaran serta mata pencarian penduduk.
Unsur tata kehidupan terdiri dari pola tata pergaulan serta ikatan pergaulan, adat istiadat juga norma – norma yang berlaku di daerah tersebut.

Fungsi Desa
Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
Desa adalah mitra bagi pembangunan kota
merupakan bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara
Republik Indonesia
Desa adalah sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan

Perbedaan Pedesaan Dan Perkotaan Dari Berbagai Aspek

  •  Aspek Agama
Masyarakat pedesaan dikenal sangat religious. Artinya, dalam keseharian mereka taat menjalankan ibadah agamanya. Secara kolektif, mereka juga mengaktualisasi diri ke dalam kegiatan budaya yang bernuansa keagamaan. Misalnya tahlilan, rajaban, jumat kliwon, dan lain-lain. 
Sedangkan Kehidupan keagamaan di kota berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
  • Aspek Sosial
Masyarakat desa sangat mengutamakan social life nya. Mereka bergotong royong melakukan hal tanpa ada unsur uang/materi. Namun karena masyarakat kota yang syarat akan materi jadi segala sesuatu yang dilakukan atas dasar materi untuk kepentingan diri sendiri.
  •  Aspek Lingkungan Alam
Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, disebabkan oleh lokasi geografinya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan hukum-hukum alam, seperti dalam pola berpikir dan falsafah hidupnya. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota, yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
  •  Aspek Pekerjaan
Pada umumnya atau kebanyakan mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani dan berdagang sebagai pekerjaan sekunder. Namun di masyarakat perkotaan, mata pencaharian cenderung menjadi terspesialisasi, dan spesialisasi itu sendiri dapat dikembangkan.
  •  Aspek Kepadatan Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.
  • 6. Homogenitas dan Heterogenitas
Homogenitas atau persamaan dalam ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku sering nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan.Di kota sebaliknya, penduduk heterogen terdiri dari orang-orang dengan macam-macam subkultur dan kesenangan, kebudayaan, dan mata pencaharian.



DAFTAR PUSTAKA

https://pendidikan.co.id/pengertian-masyarakat/

http://nuruzzahwa.blogspot.com/2016/04/rangkuman-lengkap-dan-singkat-tipe-tipe.html

http://aurelrizky.blogspot.com/2017/02/pengertian-masyarakat-dan-perkotaan.html#:~:text=Masyarakat%20perkotaan%20merupakan%20masyarakat%20urban,ras%2C%20etnis%2C%20dan%20agama.

https://brainly.co.id/tugas/12398971

https://materiips.com/perbedaan-desa-dan-kota#:~:text=Jika%20disimpulkan%20maka%2C%20suatu%20desa,sifat%20kependudukan%20yang%20non%2Dagraris.

https://gemaramadhan.weebly.com/my-work/hubungan-desa-dan-kota

http://darwis18.blogspot.com/2015/11/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.html

http://darwis18.blogspot.com/2015/11/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.html

https://adeadittama.weebly.com/blog/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan

https://ciptadestiara.wordpress.com/category/macam-macam-pekerjaan-gotong-royong-menjelaskan-sifat-dan-hakikat-masyarakat-pedesaan-menyebutkan-macam-macam-gejala-masyarakat-pedesaan-menjelaskan-sistem-budaya-petani-indonesia-menyebutkan/

https://seputarilmu.com/2019/11/desa.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agama dan Masyarakat

  1. Fungsi Agama Dalam Masyarakat  Peran agama dalam kehidupan individu berfungsi sebagai suatu sistem nilai yang memuat norma-norma tertentu. Agama berpengaruh sebagai motivasi dalam mendorong individu untuk melakukan suatu aktivitas, karena perbuatan yang dilakukan dengan latar belakang keyakinan agama dinilai mempunyai unsur kesucian, serta ketaatan. Agama dalam kehidupan individu juga berfungsi sebagai Sumber Nilai Dalam Menjaga Kesusilaan ' Sebagai Sarana Untuk Mengatasi Frustasi, Sebagai Sarana Untuk Memuaskan Keingintahuan. Selanjutnya berkenaan dengan fungsi agama dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat adalah gabungan dari kelompok individu yang terbentuk berdasarkan tatanan sosial tertentu. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, karena agama itu sendiri ternyata diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain :  Berfungsi Edukatif, ...

Perilaku Individu dan Kelompok dalam Organisasi

   Perilaku Individu dan Kelompok dalam Organisasi   Sebelum mulai ke Topik Pembahasanya kita harus mengenal terlebih dahulu dengan apa yang dimaksud organisasi. organisasi sendiri dapat diartikan sebuah kesatuan atau entity yang terdiri dari banyak orang. Bisa berupa institusi, asosiasi atau lembaga, yang memiliki tujuan sama dan berhubungan dengan lingkungan luar.     Nah agar tujuan organisasi dapat terlaksana dengan baik maka dalam organisasi terdapat sebuah struktur anggota yang dimana  Pengorganisasian adalah sekumpulan hubungan. Mendefinisikan hubungan vertikal dan horizontal antara orang-orang yang melakukan tugas organisasi. Tugas organisasi dibagi menjadi beberapa unit, personel di setiap unit diberi tugas tertentu. Hubungannya bertujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan organisasi dan individu. Struktur ini menentukan pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi organisasi atau aktivitas yang berbeda dihubungkan.     Tentunya seseor...