Langsung ke konten utama

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

 Pengertian Sosial & Kesamaan Derajat Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Pengertian pelapisan sosial

Stratifikasi terdiri dari kata dasar ‘strata’ yang diartikan sebagai ‘tingkatan’. Secara konsep, stratifikasi sosial merupakan pembedaan anggota masyarakat secara vertikal atau hirarkis.Stratifikasi sosial juga dikenal dengan istilah pelapisan sosial. Dalam hal ini, konsep stratifikasi juga erat kaitannya dengan konsep kelas sosial. Ada individu yang dikategorikan berasal dari kelas atas, kelas menengah dan jelas bawah. Kelas sosial individu dilatarbelakangi oleh kekuasaan, kekayaan dan prestise. Secar lebih rinci, kelas sosial diartikan sebagai kumpulan individu dengan kesamaan karakterisitk yang berada pada lapisan sosial tertentu.

 Proses terjadinya dari stratifikasi sosial 

Proses terjadinya dari stratifikasi sosial diantaranya sebagai berikut:

  • Terjadi secara otomatis/dengan sendirinya

Dapat terjadi disebabkan karena faktor yang sudah ada sejak seseorang lahir, atau juga proses ini bisa terjadi disebabkan pertumbuhan masyarakat. Sesorang yang menempati suatu lapisan tertentu bukan atas dasar kesengajaan yang dibuat oleh masyarakat atau juga dirinya sendir akan tetapi terjadi dengan secara otomatis, seperti misalnya keturunan.

  • Terjadi secara sengaja

Dapat terjadi dengan sengaja dengan maksud ialah untuk tujuan atau kepentingan bersama. Sistem ini ditentukan dengan adanya wewenang serta juga kekuasaan yang diberikan oleh seseorang atau juga organisasi. contohnya seperti diberikan oleh partai politik, perusahaan tempat bekerja, pemerintahan serta lain sebagainya.

Perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup

Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

  • Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan pendeta;
  • Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
  • Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
  • Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;

Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.

2) System pelapisan masyarakat yang terbuka

Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:

  • Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
  • Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.

3) System pelapisan social campuran

Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

Pelapisan masyarakat 

Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :

  • Kelas atas (upper class)
  • Kelas bawah (lower class)
  • Kelas menengah (middle class
  • Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

            Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :

  1. Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
  2. Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
  3. Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
  4. Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
  5. Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Kesamaan derajat

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya hubungan timbal balik, artinya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau konstitusi. Undang- undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

Pasal pasal mengenai persamaan derajat

Negara Republik Indonesia, menganut asas bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Hukum ini dibuat dengan maksud untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum Ada empat pasal yang memuat ketentuan tentang hak asasi manusia yakni pasal 27,28,29 dan 31.

  • Pasal 27 ayat 1 menetapkan bahwa ;Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan Pemerintahan dan wajib menjujung hukum dan pemerintahan tanpa kecuali.
  • Pasal 27 Ayat 2 ; hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  • Pasal 28 ; kemerdekaan berserikat dan berkumpul , mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang.
  • Pasal 29 ayat 2 ; Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.
  • Pasal 31 ; (1) tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran (2) pemerintah mengusahakan dan menyelnggarakan suatu sistem pengajaran nasional , yang diatur dengan Undang-Undang.
4 Pokok hak asasi

Empat pokok hak-hak asasi dalam 4 pasal yang tercantum di UUD 1945 adalah sebagai berikut :
  • Pokok Pertama, mengenai kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara di dalam hukum dan di muka pemerintahan. Pasal 27 ayat 1 menetapkan bahwa “Segala Warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Di dalam perumusan ini dinyatakan adanya suatu kewajiban dasar di samping hak asasi yang dimiliki oleh warga negara, yaitu kewajiban untuk menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Dengan demikian perumusan ini secara prinsipil telah membuka suatu sistem yang berlainan sekali daripada sistem perumusan “Human Rights” itu secara Barat, hanya menyebutkan hak tanpa ada kewajiban di sampingnya. Kemudian yang ditetapkan dalam pasal 27 ayat 2, ialah hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  • Pokok Kedua, ditetapkan dalam pasal 28 ditetapkan, bahwa “kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang”.
  • Pokok Ketiga, dalam pasal 29 ayat 2 dirumuskan kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara, yang berbunyi sebagai berikut : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.Pokok Keempat, adalah pasal 31 yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran yang berbunyi : (1) “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran” dan (2) “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang”.
Pengertian Elite

Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan  kecil yang memegang kekuasaan. Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Fungsi elite dalam memegang strategi 

Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogen selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini. Didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta andilnya dalam meletakkan,dasar-dasar kehidupan yang akan dating. Golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa adan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial.

Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :

a. Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

 b. Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yanag bersifat fisik maupun psikhis, material maupun immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.

 c. Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.

 d. Ciri-Ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.

Pengertian Massa

Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

Ciri-ciri Massa

Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri membedakan di dalam massa, yaitu:

  • Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda.
  • Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
  • Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.
  • Merupakan kumpulan orang yang terdiri dari beragam lapisan sosial.
  • Anonim dan heterogen
  • Tidak saling berinteraksi dan berinterelasi
  • Tidak bertindak secara teratur
  • Mudah dipengaruhi.





DAFTAR PUSTAKA

https://ciptadestiara.wordpress.com/category/teori-tentang-pelapisan-sosial/

https://www.studiobelajar.com/stratifikasi-sosial/

https://slideplayer.info/slide/16890757/

https://belajargiat.id/persamaan-kedudukan-warga-negara/

https://brainly.co.id/tugas/14703435#:~:text=Massa%20merupakan%20salah%20satu%20kelompok,terdiri%20dari%20beragam%20lapisan%20sosial.&text=%C2%B7%20Mudah%20dipengaruhi.

https://www.kompasiana.com/iwanseppriadi/5809b6b4c0afbdd311d17a24/pengertian-dan-perbedaan-antara-kerumunan-massa-dan-publik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

  Pengertian Masyarakat Pengertian Masyarakat ini merupakan suatu kelompok manusia yang hidup dengan secara bersama-sama di dalam suatu wilayah serta kemudian membentuk sebuah sistem, baik itu semi terbuka atau juga semi tertutup, yang mana interaksi yang terjadi di dalamnya ialah antara individu-individu yang terdapat di kelompok tersebut. dan secara etimologis kata dari “masyarakat” ini berasal dari bahasa Arab, yaiut “musyarak” yang memiliki arti hubungan atau interaksi. Sehingga kemudian definisi masyarakat tersebut ialah suatu kelompok manusia yang hidup dengan secara bersama-sama di suatu daerah atau tempat serta juga saling berinteraksi di dalam komunitas yang teratur. Syarat - syarat Menjadi Masyarakat 1. Manusia yang Hidup Bersama Manusia sebagai makhluk sosial itu pasti tidak dapat untuk hidup sendiri, Kesendirian yang dialami orang itu kemudian akan mendorong seseorang untuk bergaul serta berinteraksi. Interaksi yang terbentuk itu setidaknya terdiri dari dua orang yang h...

Agama dan Masyarakat

  1. Fungsi Agama Dalam Masyarakat  Peran agama dalam kehidupan individu berfungsi sebagai suatu sistem nilai yang memuat norma-norma tertentu. Agama berpengaruh sebagai motivasi dalam mendorong individu untuk melakukan suatu aktivitas, karena perbuatan yang dilakukan dengan latar belakang keyakinan agama dinilai mempunyai unsur kesucian, serta ketaatan. Agama dalam kehidupan individu juga berfungsi sebagai Sumber Nilai Dalam Menjaga Kesusilaan ' Sebagai Sarana Untuk Mengatasi Frustasi, Sebagai Sarana Untuk Memuaskan Keingintahuan. Selanjutnya berkenaan dengan fungsi agama dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat adalah gabungan dari kelompok individu yang terbentuk berdasarkan tatanan sosial tertentu. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat, karena agama itu sendiri ternyata diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain :  Berfungsi Edukatif, ...

Perilaku Individu dan Kelompok dalam Organisasi

   Perilaku Individu dan Kelompok dalam Organisasi   Sebelum mulai ke Topik Pembahasanya kita harus mengenal terlebih dahulu dengan apa yang dimaksud organisasi. organisasi sendiri dapat diartikan sebuah kesatuan atau entity yang terdiri dari banyak orang. Bisa berupa institusi, asosiasi atau lembaga, yang memiliki tujuan sama dan berhubungan dengan lingkungan luar.     Nah agar tujuan organisasi dapat terlaksana dengan baik maka dalam organisasi terdapat sebuah struktur anggota yang dimana  Pengorganisasian adalah sekumpulan hubungan. Mendefinisikan hubungan vertikal dan horizontal antara orang-orang yang melakukan tugas organisasi. Tugas organisasi dibagi menjadi beberapa unit, personel di setiap unit diberi tugas tertentu. Hubungannya bertujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan organisasi dan individu. Struktur ini menentukan pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi organisasi atau aktivitas yang berbeda dihubungkan.     Tentunya seseor...